SEHARI BERSAMA PROF. DR. DRS. MAMAN ABDURAHMAN DJAUHARI, DEA
PROF. MAMAN. A. DJAUHARI
“SAYA MENYEBUTNYA WORLD CLASS EDU CITY MASA DEPAN DI CINEAM”
Yayasan Al-Kautsar 561- Alhamdulillah pada hari Rabu lalu tepatnya tangaal 2 Juni 2021, di tengah kesibukan beliau, Prof. Maman. A. Djauhari berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan civitas academica QSBS (Quranic Science Boarding School), sambil bertukar pengalaman dalam membangun Gen-G dan selanjutnya Gen-N. Apa itu? Gen-G adalah kependekan dari Generasi Global berbasis science & technology (S&T), sedangkan Gen-N adalah kependekan dari Generasi Nobelists.
Prof. Maman berkesempatan untuk berkunjung ke Yayasan Al-Kautsar 561 di lembah Cineam, Kab. Tasikmalaya. Obrolan siang yang sangat berkesan antara dosen matematika dan eks mahasiswanya (Teh Tati dan Kang Runjai), di saung tengah sawah sambil tersaji makanan khas kampung, gurame bakar dan gurame goreng, ayam bakar, nasi liwet, pete dan sambelnya serta minumkelapa dewegan segar yang langsung dipetik dari pohonnya.
Prof. Maman. A. Djauhari, “Saya menikmati lingkungan pesantren ini, sebuah Edu City yang memadu dengan lingkungan. Menyatu dengan sawah, ladang, kolam, ternak, talun (kebon kelapa) dll. Ia berpotensi menjadi Edu Tourism. Jauh dari segala macam polusi terutama polusi yang merusak akhlaq & Tauhid.”
Ada kesan yang mendalam dan mengagumkan dari sosok beliau, pertama beliau masih sehat, bugar, lincah dan kelihatan tampak lebih muda walaupun usianya telah mencapai 73 tahun. Kedua, visi beliau dalam hal pendidikan masih sangat tajam. Ketiga, beliau masih aktif sebagai peneliti, konsultan, menulis buku dan membangun padepokan bagi para siswa SMA dhuafa di Garut yang dinamakan SAINS TREN. Kiat menjadi manusia produktif menurut beliau karena mengimani keistimewaan SEPERTIGA MALAM TERAKHIR dalam melakukan aktivitas transenden. Karena iman itulah, riset kerap saya lakukan pada periode waktu tsb. Sambil diiringi musik klasik, riset pada periode ini terasa sangat berkualitas, produktif & efisien.
Harapan beliau yang masih membara yaitu dalam jangka pendek bagi santri binaannya serta untuk kemajuan bangsa Indonesia secara umum, yaitu ingin menghantarkan para lulusannya dapat menembus perguruan tinggi negeri terkemuka dan PT di luar negeri yang favorit. Jangka menengah menjadi juara olimpiade sains di tingkat Nasional maupun Internasional. Jangka panjangnya, agar mencetak para ilmuwan Indonesia untuk mampuh meraih hadiah Nobel.
Leon Lederman (Peraih Nobel Laureate, Fisika 1988) mengemukakan, “The best discoveries always seem to be made in the small hours of the morning, when most people are asleep, where there are no disturbances and the mind becomes most contemplative.”
Pengalaman Lederman adalah bekal kita membangun Gen-G dan Gen-N! Mari kita dekatkan anak-anak kita dengan para peraih Nobel.
Semua peserta begitu antusias dalam membuka isolasi terhadap dunia global dalam bidang S&T sebagai syarat membangun Gen-G dan Gen-N. Kesiapan ini bisa mengatasi gap dengan World Class Edu Institutions dan antusias ingin mendekatkan diri dengan para Nobel Laureates serta siap ditulari karakter mereka.
Kemudian ba'da Dzuhur dilanjutkan dengan menghadirkan beliau dalam acara seminar yang pesertanya khusus para guru SMP dan SMA QSBS dengan tema: "Membangun Generasi Global Berbasis Kurikulum STEAM-REAL"
Poin-poin penting yang disampaikan dalam tema tersebut, yaitu:
- Bukalah anak didik terhadap jendela dunia untuk itu diperlukan bahasa asing (Arab, Inggris, Mandarin, Jepang, Perancis, Rusia dan lainnya). Selain membangun kecerdasan dan pola pikir global. Jadikanlah dunia saintifik internasional sebahai palyground. Akan terbangun infrastruktur sosial karakter to be global player. Sehingga dalam waktu cepat akan terbangun generasi rahmatan lil a'lamin.
- Memberikan kegiatan berkala yaitu sajian kuliah 'stadium general' dari para tokoh, praktisi pendidikan, motivator dan saintis untuk wawasan dan motivasi yang membara untuk menjadi siswa 'word class' yang harus menjadikan impiannya.
- Jadikanlah peserta didik membuat matematika, bukan mengajarkan matematika. Demikian juga untuk pelajaran lain. Bahwa untuk menciptakan ilmu memang suatu keharusan terlebih dahulu mempelajarinya.
- Bahwa guru harus memiliki keterampilan menulis karena dengan menulis pasti membaca terlebih dahulu. Ajarkan yang kamu tulis dan tulislah apa yang kamu ajarkan. Dengan demikian akan lahir guru unggul dan produktif.
- Menurut Al Qur'an kompetensi intelektual yang harus dilahirkan dari output pendidikan yaitu: (a) Manusia yang senantiasa bepikir untuk mencermati fenomena alam dan sosial sehingga manusia dapat menundukan alam dengan segala isinya (Q.S 45: 13). (b) Menjadi manusia yang tajam mata hatinya karena selalu mengambil pelajaran dan
- dari setiap kejadian yang ada (Q.S 3: 13). (c) Menjadikan manusia yang selalu menggunakan akalnya sehingga Alloh memberikan anugerahNya yang banyak berupa hikmah (Q.S 2: 269). (d) Meningkatkan memori dengan sering membaca Q.S (87:6-8). (e) Mempelajari sejarah untuk meneguhkan hati, bukti nyata kebenaran, peringatan dan pelajaran bagi kaum beriman (QS 11: 120).
- Bagi umat Islam resep meraih peradaban hanya dengan tiga faktor: Aqidah, Sains dan Teknologi sehingga meracik kurikulum integritas STEAM-REAL dalam membangun pendidikan dengan dunia nyata yang dilandasi Religion and Leadership Skills yang diajarkan, contoh teladan kepemimpinan Rosul dan diikuti para sahabatnya. Untuk itu kita sebagai umat akhir jaman seyogyanya bersanad terhadap nilai luhur dari para leluhur umat tersebut.
Pada sesi penutupan beliau berharap Yayasan Al-Kautsar 561 mampu membangun prototipe pendidikan yang telah diuraikan di atas dan terbangun masyarakat smart village di pedalaman Cineam Priangan Timur. Hal ini akan tercipta karena kolaborasi dari para Alumni ITB dan sinergitas dengan berbagai lembaga kolega para alumni.
Jean Piaget berpendapat " Education is to produce innovator & creator, not conformist”.
Alhamdulillah, demikian semoga Allah meridhai setiap upaya amaliyah kita dan menuntun kejalan-Nya penuh magfirah.




Disadur oleh:
Runjai Wangsa Laksana, M.Pd.
Dewan Pembina Yayasan Al Kautsar 561
Komentar (1)
Komentari Berita Ini
Baca Berita Lainnya
Sepekan Bersama Bahasa Arab: Daurah Bahasa Arab QSBS Latih Siswa Menjadi Fasih dan Percaya Diri
SMA Quranic Science Boarding School Berkunjung ke IPB University dalam Program IPB Campus Visit
SMA Quranic Science Boarding School Berkunjung ke IPB University dalam Program IPB Campus Visit
Menanam Budaya, Menuai Teknologi: Semarak Gelar Karya P5 SMA QSBS 2025
Burning Motivation: Nyalakan Api Semangat untuk Persiapkan Diri Hadapi Tantangan
Epi Zaenal Hanafi
22 Jun 2025 05:31Mantap